Pengertian Nilai dan Etika
Nilai (value) berasal dari bahasa
latin valere yang artinya “menjadi
kuat” atau “menjadi terhormat”. Nilai itu dikaitkan dengan sesuatu yang baik
atau buruk. Menurut Soetarso Nilai adalah kepercayaan, pilihan, atau asumsi
tentang yang baik untuk manusia. Namun apabila dikaitkan dengan ekerjaan sosial
nilai yang dimaksud adalah seperangkat prinsip etik/moral yang fundamental dimana
pekerja sosial harus berkomitmen.
Jika nilai berbicara mengenai
baik dan buruk, maka etika berbicara mengenai benar dan salah. Etika ini lebih
bersifat eksplisit dan konkrit. Karena itu banyak ahli menyatakan bahwa etika
adalah nilai yang sudah terjawantahkan (DuBois & Miley, 2005: 110). Nilai yang
sudah terjawantahkan membentuk sistem nilai yang mengatur bagaimana manuia
hidup untuk melakukan hal baik atau melarang melakukan hal yang buruk. Etika ini
bisa berupa pedoman dan larangan. Dalam konteks profesi ada sebuah aturan dan
norma yang mengikat biasa disebut kode etik.
Pentingnya Peran Nilai Dan Etika Dalam Pekerjaan Sosial
Nilai dan etika menjadi fondasi
dasar yang harus dimiliki oleh pekerja sosial. Nilai yang menjadi pedoman baik
dan buruk dijawantahkan kedalam perilaku etik sehingga suatu perilaku dalam
profesi dianggap benar atau salah.
Bentuk Nilai Dan Etik Dalam Pekerjaan Sosial
- Pelayanan : Mengutamakan membantu masyarakat yang membutuhkan dan memusatkan pada permasalahan sosial
- Keadilan sosial : Menentang ketidakadilan sosial
- Harkat dan martabat seseorang : Pekerja sosial harus menghormati harkat dan martabat seseorang
- Mementingkan hubungan kemanusiaan : Menjunjung tinggi hubungan kemanusiaan dan kemasyarakatan yang dilakukan untuk mendukung perubahan sosial agar berjalan secara positif
- Integritas : Pekerja sosial harus memiliki perilaku yang dapat dipercaya
- Kompetensi : Pekerja sosial harus mempraktikan keahlian profesionalismenya dalam proses pertolongan yang dilakukan
Dua Teori Etika
1. Etika
Deontologi
Dalam teori ini
menekankan bahwa kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan
yang baik bukan berdasarkan tujuan maupun dampak dari perbuatn itu tetapi
berdasarkan tindakan sendiri. Tindakan itu dianggap bermoral apabila sudah
sesuai dengan kewajiban
2. Etika
Teleologi
Etika teleologi
justru mengukur baik buruknya berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan
tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Sumber : Miftachul Huda. 2009. Pekerjaan Sosial & Kesejahteraan Sosial : sebuah pengantar.Yogyakarta : Pustaka Pelajar