Laman

Jumat, 25 November 2016

selamat hari 'anti kekerasan anak dan perempuan'


Dimulai dari hari jum'at kemarin kita mulai dengan hari anti kekerasan pada anak dan perempuan dan berjalan selama 16 hari. sebagai upaya kampanye pada masyarakat untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan diseluruh dunia. 16 hari sebagai anti kekerasan terhadap perempuan juga mengingatkan kita bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan pelanggaran HAM dan hal tersebut harus dihapuskan karena perempuan dan anak memilki hak yang sama untuk hidup dengan aman, nyaman, dan sejahtera. 
Pada tahun 1993  Sidang Umum PBB mengadopsi deklarasi yang menentang kekerasan terhadap perempuan yang telah dirumuskan tahun 1992 oleh Komisi Status Perempuan PBB, di mana dalam pasal 1 disebutkan bahwa, “kekerasan terhadap perempuan mencakup setiap perbuatan kekerasan atas dasar perbedaan kelamin, yang mengakibatkan atau dapat mengakibatkan kerugian atau penderitaan terhadap perempuan baik fisik, seksual maupun psikhis, termasuk ancaman perbuatan tersebut, paksaan dan perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi dalam kehidupan yang bersifat publik maupun privat”.
Fenomena kekerasan pada perempuan dan anak semakin tahun semakin meningkat. Untuk itu peran semua elemen masyarakat sangat diperlukan. Undang-undang yang telah mengatur perlindungan terhadap perempuan dan anak sudah ada, namun jika semua lapisan tidak ikut andil berpartisipasi maka hasilnya tidak akan maksimal. 
kekerasan pada perempuan banyak macamnya dan contohnya. DIY yang disebut sebagai kota pelajar sekarang statusnya sudah darurat kekerasan seksual pada anak, dan korbannya sebagian besar adalah perempuan. Dan mirisnya lagi kebanyakan kasus pelecehan seksual pelaku dan korban masih anak-anak. ditambah kemajuan teknologi kemudahan mengakses video-video porno membuat perkembangan anak-anak yang dewasa sebelum waktunya semakin cepat menyebar. Pengawasan orang tua dan masyarakat terhadap anak-anak yang kurang menjadi salah satu yang menjadi andil besar akar kasus tersebut. 
Untuk itu mari kita bersatu bersama dan ikut berpartisipasi untuk mengkampanye kan anti kekerasan pada anak dan perempuan, jangan hanya sebagai penikmat, pemerhati, namun jadilah penggerak dalam upaya mengentaskan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak agar generasi kita menjadi generasi bermoral kedepannya -

#stopkekerasan #16days #perempuan #kekerasan #kampanye #lawankekerasan

Jumat, 18 Maret 2016

Nilai Dan Etika Dalam Pekerjaan Sosial



Pengertian Nilai dan Etika
 
Nilai (value) berasal dari bahasa latin valere yang artinya “menjadi kuat” atau “menjadi terhormat”. Nilai itu dikaitkan dengan sesuatu yang baik atau buruk. Menurut Soetarso Nilai adalah kepercayaan, pilihan, atau asumsi tentang yang baik untuk manusia. Namun apabila dikaitkan dengan ekerjaan sosial nilai yang dimaksud adalah seperangkat prinsip etik/moral yang fundamental dimana pekerja sosial harus berkomitmen.
Jika nilai berbicara mengenai baik dan buruk, maka etika berbicara mengenai benar dan salah. Etika ini lebih bersifat eksplisit dan konkrit. Karena itu banyak ahli menyatakan bahwa etika adalah nilai yang sudah terjawantahkan (DuBois & Miley, 2005: 110). Nilai yang sudah terjawantahkan membentuk sistem nilai yang mengatur bagaimana manuia hidup untuk melakukan hal baik atau melarang melakukan hal yang buruk. Etika ini bisa berupa pedoman dan larangan. Dalam konteks profesi ada sebuah aturan dan norma yang mengikat biasa disebut kode etik. 

Pentingnya Peran Nilai Dan Etika Dalam Pekerjaan Sosial
Nilai dan etika menjadi fondasi dasar yang harus dimiliki oleh pekerja sosial. Nilai yang menjadi pedoman baik dan buruk dijawantahkan kedalam perilaku etik sehingga suatu perilaku dalam profesi dianggap benar atau salah. 

Bentuk Nilai Dan Etik Dalam Pekerjaan Sosial

  1. Pelayanan : Mengutamakan membantu masyarakat yang membutuhkan dan memusatkan pada permasalahan sosial 
  2. Keadilan sosial : Menentang ketidakadilan sosial 
  3. Harkat dan martabat seseorang : Pekerja sosial harus menghormati harkat dan martabat seseorang
  4. Mementingkan hubungan kemanusiaan : Menjunjung tinggi hubungan kemanusiaan dan kemasyarakatan yang dilakukan untuk mendukung perubahan sosial agar berjalan secara positif
  5. Integritas : Pekerja sosial harus memiliki perilaku yang dapat dipercaya
  6. Kompetensi :  Pekerja sosial harus mempraktikan keahlian profesionalismenya dalam proses pertolongan yang dilakukan

Dua Teori Etika
1.       Etika Deontologi
Dalam teori ini menekankan bahwa kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Suatu tindakan yang baik bukan berdasarkan tujuan maupun dampak dari perbuatn itu tetapi berdasarkan tindakan sendiri. Tindakan itu dianggap bermoral apabila sudah sesuai dengan kewajiban
2.       Etika Teleologi
Etika teleologi justru mengukur baik buruknya berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. 


Sumber : Miftachul Huda. 2009. Pekerjaan Sosial & Kesejahteraan Sosial : sebuah pengantar.Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Kamis, 17 Maret 2016

Organisasi Pelayanan Kemanusiaan

Organisasi pelayanan kemanusiaan (OPK) adalah suatu organisasi pelayanan  yang tujuan utamanya adalah   mendukung atau terlibat aktif dalam berbagai aktivitas publik tanpa berorientasi mencari keuntungan (komersil), lebih berorientasi pada visi dan misi masyarakat.

Tipeologi OPK
  1. Private Nonprofit Organization : organisasi pelayanan non pemerintah 
  2. Public Govermental Agency : organsiasi pemerintah
Karakteristik OPK
  1.  Produknya bukan barang tapi pelayanan
  2. Misi dan tujuannya diwarnai nilai-nilai pekerjaan sosial bukan nilai ekonomi
  3. Tujuan utamanya tidak mencari keuntungan
  4. Biaya produksi bukan dari klien secara langsung melainkan dari biaya publik (anggaran negara)
Cakupan OPK
Alat mencapai tujuan dari sekelompok orang yang memilikinya

sumber : slide ppt dosen Ibu Siti Solechah

Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan

Apa itu Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan?

hey reader mimin balik dengan artikel lainnya. Kali ini mimin akan posting salah satu materi perkuliahan lainnya yaitu Manajemen Organisasi Pelayanan Kemanusiaan (MOPK). cekidott


Sebelum kita medalami mengenai MOPK terlebih dahulu kita memahami satu persatu dari serangkaian judul tersebut untuk mengetahui konsep yang akan kita bahas.Kita harus mengetahui maksud dari manajemen itu sendiri.

Manajemen adalah Upaya manusia untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Sedangkan apa itu Organisasi Pelayanan Kemanusiaan?
Organisasi pelayanan kemanusiaan adalah suatu organisasi pelayanan yang tujuan utamanya adalah mendukung atau terlibat aktif dalam berbagai aktivitas publik tanpa berorientasi mencari keuntungan (komersil), tetapi lebih berorientasi pada visi dan misi masyarakat.

Dapat disimpulkan dari pengertian diatas bahwa mananjemen organisasi pelayanan kemanusiaan merupakan suatu upaya untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki organisasi untuk mencapai tujuan utama yaitu mendukung dan terlibat aktif dalam aktivitas publik (pelayanan) masyarakat secara efektif dan efisien.


sekian rangkuman materi saya. bye readers ...:)

Rabu, 16 Maret 2016

Apa itu Konseling?


Konseling adalah........................

hay reader kali ini aku akan merangkum berbagai ilmu yang aku dapat dari perkuliahan di semester 4 nih..biar ilmunya juga bisa berguna bagi orang lain. cussss...

materi yang akan mimin ambil kali ini mengenai KONSELING
sebelum memasuki materi, mimin jelasin dulu ini nama yang melakukan konseling. Jadi orang yang melakukan konseling atau orang yang tugasnya melakukan konseling terhadap klien disebut konselor. sedangkan orang yang di konseling atau kliennya disebut konselee. Agar tidak kebingungan membaca artikel ini mimin sengaja menjelaskan dahulu.

Apa itu konseling?
menurut beberapa ahli pengertian konseling :

Menurut Schertzer dan Stone (1980) : Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya.
 
Prayitno (2004), mendefinisikan konseling adalah bantuan yang diberikan oleh konselor kepada klien dalam rangka pengentasan masalah klien.

Sukardi (2000) :  konseling merupakan suatu upaya bantuan yang dilakukan dengan empat mata atau tatap muka antara konselor dan klien yang berisi usaha yang laras, unik, human (manusiawi), yang dilakukan dalam suasana keahilan dan yang didasari atas norma-norma yang berlaku, agar klien memperoleh konsep din dan kepercayaan diri sendiri dalam memperhaiki tingkah lakunya pada saat kini dan mungkin pada masa yang akan datang.

Menurut ASCA (American School Conselor Association) : Konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien. Konselor mempergunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu klien mengatasi masalah-masalahnya.

Sedangkan menurut hasil diskusi kelas kami: konseling itu merupakan komunikasi dua arah antara konselor dengan konselee untuk menggali permasalahannya agar dapat memberikan solusi alternatif.

lalu jika kita sudah memahami arti dari konseling itu, apa tujuan sebenarnya melakukan konseling kepada konselee?

Ada beberapa tujuan melakukan konseling
  1. Bekerja sama dengan klien untuk membantu masalah mereka dan menemukan penyelesaiannya
  2. Membantu mengubah cara berfikir dan perilaku mereka yang mungkin salah
  3. Memotivasi dan menguatkan klien agar dapat mengandalkan diri mereka sendiri
  4. Membantu klien agar merasa lebih baik
Kita sudah mengetahui beberapa tujuan dari dilakukannya konseling. lalu bagaimana cara kita melakukan konseling. Berikut ini ada tiga tahapan penting yang harus dilalui dalam melakukan konseling: 1) Membangun hubungan, 2) Mengeksplorasi masalah secara mendalam, 3) Mengeksplorasi solusi alternatif (Zastrow, 2004: 181)

 Sikap ketika kita melakukan konseling juga bisa mempengaruhi apakan proses konseling kita ini berhasil. Bagaimana sikap konselor yang baik agar kegiatan konseling dapat berjalan efektif ?
Berikut ini adalah sikap-sikap yang harus dimiliki oleh seorang konselor:
  1. Dapat dipercaya
  2. Kejujuran
  3. Hormat
  4. Empati bukan Simpati
  5. Menerima
  6. Aman
  7. Tulus
  8. Cakap
  9. Menjunjung kerahasiaan
  10. Kesehatan psikologi yang baik
  11. Pendengar yang aktif
  12. Kesabaran
itu tadi beberapa sikap yang harus dimiliki oleh seorang konselor. sebenarnya masih banyak lagi sikap-sikap yang harus dimiliki seorang konselor agar konselingnya berjalan baik. Tapi jika kalian ingin lebih tau bisa baca literarur yang khusus membahas hal tersebut.  
 
Nah udah dijelasin nih sama mimin apa sih konseling itu? semoga tulisan mimin diatas memberikan gambaran sedikit mengenai konseling.

mimin sudahi tulisan mimin dahulu ya. kita lanjutkan pembahasan lainnya yang tak kalah menarik. Uraian diatas itu murni dari hasil catatan mimin kuliah jika ada kesalahan mohon koreksinya. Mimin manusia biasa yang tempatnya berbuat salam. #eh salah maksudnya. bye..bye.. reader sampai ketemu diartikel selanjutnya... 





RA